Belajar Berkolaborasi
Hari ini sangat-sangat cukup berkesan bagi saya. Meskipun masih banyak hal yang harus saya pelajari sebagai guru. Kira-kira sudah dua bulan lamanya saya menjadi guru. Banyak suka dan duka yang jelas akan kita rasakan. Akan tetapi hari ini saya belajar banyak dari siswa saya.
Hari ini saya benar-benar merasakan apa pentingnya sebuah kolaborasi antara siswa dan guru. Pada kegiatan pembelajaran jam terakhir anak-anak di kelas meminta waktu untuk sharing, tapi aku katakan kepada mereka bagaimana kita bisa saling sharing ketika kita tidak memiliki masalah yang akan kita atasi. Sepertinya aku begitu bodoh untuk menganggap bahwa tidak ada masalah, malah pada dasarnya begitu banyak masalah yang akan kita hadapi. Kemudian salah satu anak angkat suara dan meminta untuk bermain permainan truth or dare. Ragu-ragu awalnya, karena saya yakin ada materi yang memang harus kami selesaikan. Akhirnya, saya memodifikasi permainan tersebut menjadi suatu permainan dan suatu strategi belajar yang cukup menyenangkan.
Poin utama yang ingin saya sampaikan disini adalah pentingnya kolaborasi guru dengan anak. Banyak ide yang dapat kita gunakan, banyak hal yang dapat kita kembangkan dari minat anak-anak untuk belajar. Saya sadar lebih jauh bahwasannya tidak hanya sekedar teori dalam mengajar yang penting, bukan hanya RPP yang bagus dan runtut yang dapat menunjang pembelajaran dengan baik dan lancar. Akan tetapi kolaborasi dengan semua komponen dan kemampuan menciptakan hal baru yang dapat kita gunakan. Kita harus menyadari bahwa terkadang apa yang kita jejalkan kadang tidak begitu memiliki pengaruh untuk siswa.
Setelah itu entah mengapa saya semakin menganggap bahwa seperangkat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran hanya sebatas rencana belajar yang tidak wajib untuk kita patuhi. Memang dengan mengikuti sintaks yang ada jelas kita akan lebih mudah menyampaikan materi secara runtut. Akan tetapi pengalaman saya hari ini saya pikir cukup menjelaskan bahwa ratusan anak yang kita hadapi tidak akan mampu kita tuangkan dalam beberapa lembar rencana yang sudah tersusun rapi. Jangan kita lupakan anak dengan beragam kemampuaannya, jangan kita lupakan bahwa ketika kita belajar dipagi dan siang hari anak sudah memiliki kondisi fisik dan mental yang berbeda.
Selama ini saya pikir kita teralalu egois dan menganggap bahwa apa yang kita rencanakan merupakan hal yang paling baik dan tepat untuk disampaikan kepada peserta didik, tetapi kita lupa bahwa setiap manusia itu unik, memiliki karakter yang berbeda, dan tidak dapat kita sama ratakan.
Tidak mudah untuk belajar, namun kita punya semnagat untuk tidak pantang menyerah.
Untuk yang penasaran bagaimana kami bermain truth or dare.
Contoh;
Guru: Berhitung bilangan kelipatan tiga!
Siswa: Satu, dua, boom, empat, lima, boom dan seterusnya.
Hal yang harus kita ingat, pendidikan adalah usaha sadar terencana agar siswa dapat merasakan kebahagiaan dalam hidup, berdikari, dan dapat mengembangkan skill serta kecakapan dirinya.
Karena ada hal yang tiba-tiba membuat mood saya buruk, seperti ada hal yang tidak sempat saya tuliskan. Tetap semangat dan selalu berusaha melakukan yang terbaik.
Hari ini saya benar-benar merasakan apa pentingnya sebuah kolaborasi antara siswa dan guru. Pada kegiatan pembelajaran jam terakhir anak-anak di kelas meminta waktu untuk sharing, tapi aku katakan kepada mereka bagaimana kita bisa saling sharing ketika kita tidak memiliki masalah yang akan kita atasi. Sepertinya aku begitu bodoh untuk menganggap bahwa tidak ada masalah, malah pada dasarnya begitu banyak masalah yang akan kita hadapi. Kemudian salah satu anak angkat suara dan meminta untuk bermain permainan truth or dare. Ragu-ragu awalnya, karena saya yakin ada materi yang memang harus kami selesaikan. Akhirnya, saya memodifikasi permainan tersebut menjadi suatu permainan dan suatu strategi belajar yang cukup menyenangkan.
Poin utama yang ingin saya sampaikan disini adalah pentingnya kolaborasi guru dengan anak. Banyak ide yang dapat kita gunakan, banyak hal yang dapat kita kembangkan dari minat anak-anak untuk belajar. Saya sadar lebih jauh bahwasannya tidak hanya sekedar teori dalam mengajar yang penting, bukan hanya RPP yang bagus dan runtut yang dapat menunjang pembelajaran dengan baik dan lancar. Akan tetapi kolaborasi dengan semua komponen dan kemampuan menciptakan hal baru yang dapat kita gunakan. Kita harus menyadari bahwa terkadang apa yang kita jejalkan kadang tidak begitu memiliki pengaruh untuk siswa.
Setelah itu entah mengapa saya semakin menganggap bahwa seperangkat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran hanya sebatas rencana belajar yang tidak wajib untuk kita patuhi. Memang dengan mengikuti sintaks yang ada jelas kita akan lebih mudah menyampaikan materi secara runtut. Akan tetapi pengalaman saya hari ini saya pikir cukup menjelaskan bahwa ratusan anak yang kita hadapi tidak akan mampu kita tuangkan dalam beberapa lembar rencana yang sudah tersusun rapi. Jangan kita lupakan anak dengan beragam kemampuaannya, jangan kita lupakan bahwa ketika kita belajar dipagi dan siang hari anak sudah memiliki kondisi fisik dan mental yang berbeda.
Selama ini saya pikir kita teralalu egois dan menganggap bahwa apa yang kita rencanakan merupakan hal yang paling baik dan tepat untuk disampaikan kepada peserta didik, tetapi kita lupa bahwa setiap manusia itu unik, memiliki karakter yang berbeda, dan tidak dapat kita sama ratakan.
Tidak mudah untuk belajar, namun kita punya semnagat untuk tidak pantang menyerah.
Untuk yang penasaran bagaimana kami bermain truth or dare.
- Siswa duduk di bangku mereka masing-masing.
- Kemudian guru memerintahkan siswa untuk berhitung sesuai bilangan kelipatan. Siswa yang mengdapatkan bilangan kelipatan mengucapkan "boom"
Contoh;
Guru: Berhitung bilangan kelipatan tiga!
Siswa: Satu, dua, boom, empat, lima, boom dan seterusnya.
- Jika siswa gagal dalam mengikuti hitungan, guru akan memberikan kesempatan bagi siswa untuk menerima tantangan atau menerima pertanyaan tes kejujuran dari temannya.
- Apabila siswa memilih tantangan, guru akan memberikan soal terkait materi pelajaran.
Hal yang harus kita ingat, pendidikan adalah usaha sadar terencana agar siswa dapat merasakan kebahagiaan dalam hidup, berdikari, dan dapat mengembangkan skill serta kecakapan dirinya.
Karena ada hal yang tiba-tiba membuat mood saya buruk, seperti ada hal yang tidak sempat saya tuliskan. Tetap semangat dan selalu berusaha melakukan yang terbaik.
Komentar
Posting Komentar