Nyatakah pendidikan itu?

NYATAKAH PENDIDIKAN ITU?
Cerita pagi hari di sekolahan bermula, dimana para siswa mulai berdatangan menjelang bel kegiatan literasi dimulai. Percayalah mungkin jiwaku sebagai guru belum tumbuh, atau bahkan diriku ingin menyerah untuk menjadi guru, nyatanya kenyataan menjadi guru tidak semudah yang aku banyangkan. Sedikit dari waktuku membaca buku pendididikan alternatif. Rasa ingin menerapkan bahwa pendidikan itu hal yang menyenangkan, dimana kita belajar sesuai minat kita dan dengan senang hati kita belajar. Bukan dengan pemaksaan, bukan dengan alasan bahwa belajar untuk meraih prestasi setinggi-tingginya dengan nilai yang selangit. Tanya mulai bermuncula ketika aku inga kata-kata yang menyatakan bahwa kita tidak akan pernah mendapatkan sesuatu bila kita tidak bekerja keras. Sungguh apakah cita-cita mendapatkan pendidikan yang merdeka bagi semua terlalu utopis untuk kita dapatkan dalam kehidupan ini?

Membangun pendidikan yang nyata bagi semua orang memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Kita harus menyadari bahwa semua orang di dunia ini adalah guru. Semua tempat merupakan ladang untuk mencari ilmu. Kesadaran bahwa pendidikan dapat dilakukan dimana saja dan oleh siapa saja akan membangun makna pendidikan yang sesungguhnya. Pesimistis kita terhadap perkembangan dunia pendidikan agaknya juga perlu kita usaikan. Sebagai orang dewasa kita harus bisa menyebarkan kesadaran bahwa pendidikan akan membawa perubahan baik dalam hidup kita.

Pendidikan tidaklah mahal. Perspektif tersebut dapat kita dapatkan dengan pandangan semua tempat sekolah dan semua orang adalah guru. Hal tersebut memang kutipan umum yang banyak disampaikan oleh banyak ahli. Bangu wahai pemuda, kejar mimpimu dengan optimis.

Salam, Retno
Tulisan ini saya awali pada Oktober 2018 dengan pesimistis sebagai draft, dan saya tutup penuh optimis pada Agustus 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa kurikulum perlu berubah?

"Enak ya Pak jadi anak-anak". Percakapan dengan Pak Yoyok